Sunday, February 10, 2013

Mikaelku, Rumahku

Berawal dari pendaftaran yang cukup sulit saya dapat masuk ke sekolah ini bermodalkan keberanian untuk merantau dari zona nyaman saya. Masa masa perkenalan sekolah cukup sulit pula. Belum ada seorang teman 1 angkatan yang saya kenal di Surakarta karena memang hanya saya yang bersekolah di Mikael yang dari rumah saya.

Ketika MOS berlanjut saya mulai mendapatkan teman, mereka adalah Ekki, Dias, Olvian, Sanny. Saya masih ingat betul bagaimana perjuangan kami selama MOS. Berusaha mencari barang, bekerja sama satu dengan yang lain. Saling melengkapi dalam mencari barang bawaan. Hingga pukul 12 malam masih mencari sebuah bola plastik, dan besoknya masih masuk pukul 5. Pengetesan mentalpun tak lupa juga di berikan kakak kakak OSIS Mikael kala itu. Sungguh hari hari yang berat, teringat jelas ketika saya kehilangan helm untuk pertama kalinya di SOLO waktu MOS pula. Masa masa dari bocah lulusan SMP yang belum mengerti apa apa mulai belajar menimba ilmu formal dan non-formal di negeri perantauan milik orang lain.

Masa kelas 10 hal yang sulit namun juga mengasyikkan. Saya mulai mendapat teman banyak. Berkenalan, share pengalaman ketika di marahi waktu kerja bengkel. Itu suatu kenikmatan tersendiri. Kita tertawa bersama satu dengan yang lain. Hahah Bukannya kita senang melihat teman kita sengsara namun kita merasakan bahwa itu semua bagian yang mana harus kita terima sebagai pengalaman karena memang jika kita di marahi instruktur berarti kita bersalah. Kita tertawa untuk menghibur diri kita dan orang lain. Memang terlihat wagu sih tapi itulah kenyataannya. hehe Pernah juga ada perdebatan antara saya dengan sekelompok teman saya yang ada di kelas 10. Kami saling mengokohkan pendirian masing masing, mengeraskan tekad bahwa memang prinsip yang kami dirikan masing masing benar. Tapi perlahan kami sadar, prinsip kami itu sebenarnya sangat salah. Perlahan kami dapat menerima perbedaan. Malah jauh lebih akrab dari sebelumnya. Wajarlah namanya juga masih bocah. hehe

Memasuki kelas 11 mulai ada penjurusan. Awalnya saya memilih kelas mekanik. Saya suka bubut, kerja bengkel. Namun saya juga suka menggambar (gambar teknik bukan gambar coret) hehe. Karena memang kerjanya nyaman, bermain dengan layar monitor, mouse dan keyboard terlihat gayeng bagi saya. Akhirnya, saya putuskan untuk memilih kelas gambar. Ada tes tertulis dan wawancara untuk masuk kelas itu karena yang mendaftar kelas gambar melebihi kuota yang telah di tentukan. Puji nama Tuhan, saya masuk di kelas gambar. Mm.. Pertama masuk saya mulai adaptasi lagi dengan teman teman satu kelas, sebagian memang berasal satu kelas dari kelas 10. namun banyak juga yang tidak saya kenal dari lulusan kelas 10. Singkat cerita kami mulai akrab satu dengan yang lain. Kami adakan touring ketika ada liburan yang cukup panjang. haha Kami pernah ke pantai baron (Jogja), pantai nampu (pacitan), dan Dieng. Namun sayang, ketika teman teman tour ke Dieng saya tidak bisa ikut karena ada lembur wajib.

Saya merasa bahagia bisa berada di lingkungan ini. bisa mengenal teman teman seperjuangan yang hebat hebat. Kelas 11pun berlalu, beranjak ke kelas 12. Masa masa dimana semuanya ditentukan di tahun ini. Banyak tugas dan ujian di depan kami.

Ketika hampir 3 tahun di Mikael saya sering merasa jenuh. Ya karena banyak tugas dan raono cewek.e ndaaa... haha namun saya bersyukur ada teman teman saya yang selalu menyemangati saya. dan saya pun juga menyemangati mereka ketika mereka sedang down.

Intinya di Mikael ini saya mendapatkan keluarga besar AKT48. saling berbagi senang dan susah.
"Mikaelku, Rumahku"
Masak "Mikael Akan Selalu Akrab"...
Mico.............


No comments:

Post a Comment