Meskipun agak terlambat saya mau mengucapkan, “Selamat tahun baru 2013, semoga di tahun ini kita bisa menjadi manusia yang lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Aamiin”.
Saya sedih sekali ketika membaca, melihat, dan
mendengar berita pendaki hilang atau meninggal di gunung akhir-akhir ini,
tepatnya saat liburan akhir tahun kemarin. Duh, bagi orang awam kesannya
kegiatan pendakian jadi menyeramkan begini ya, padahal sebenarnya kegiatan di
alam bebas bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan asal dilakukan dengan aman.
|
|
|
Mendaki Gunung
|
Memang saat ini tren pendakian gunung dan
kegiatan alam bebas lainnya meningkat drastis. Hampir setiap stasiun televisi
pasti punya program acara jalan-jalan atau petualangan. Bagus! Setidaknya itu
untuk mendongkrak pariwisata Indonesia dan menumbuhkan rasa nasionalisme.
Bicara soal nasionalisme, kemarin baru saja tayang film 5 Cm di
bioskop yang bercerita tentang persahabatan dan nasionalisme yang ditumbuhkan
melalui kecintaan terhadap Indonesia. Hasilnya, film 5 Cm ini mendongkrak
jumlah pendakian ke Gunung Semeru (atau mungkin gunung lainnya) juga membuat
mereka yang belum pernah mendaki jadi ingin mendaki, khususnya ke Gunung
Semeru.
Berikut saya mau berbagi tips persiapan
mendaki gunung. Mungkin ini tips ala kadarnya dan merupakan versi saya karena
saya juga awam dalam hal ini. Orang-orang yang tergabung di organisasi pecinta
alam atau yang jam terbangnya sudah tinggi mungkin jauh lebih paham dan banyak
ilmunya. Jadi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika hendak mendaki
gunung, apalagi jika Anda adalah pemula yang baru pertama kali mendaki gunung (karena
racun film 5 Cm).
1. Ilmu Pengetahuan
Ada banyak hal yang perlu kita pelajari ketika
akan mendaki, misalnya manajemen perjalanan. Manajemen perjalanan biasanya
berisi tentang rencana perjalanan kita berdasarkan objek yang akan kita
kunjungi. Untuk itu kita harus kenal dulu dengan objeknya dan tahu info
terbaru. Dengan manajemen itu kita akan bisa mengira-ngira peralatan apa yang
akan kita bawa, makanan apa, seberapa banyak, bagaimana memanjemennya, butuh
guide atau porter nggak, dsb. Ada baiknya manajemen perjalanan dibuat dengan
rinci.
Selain itu teknik-teknik berjalan sedikit
banyak juga perlu diketahui. Waktu itu saya mendaki ke Gunung Gede via Cibodas,
dan di depan saya ada dua orang dengan teknik berjalan yang berbeda. Satu orang
melangkah pendek dan kontinyu, tidak terburu-buru, ketika saya mengikutinya pun
enak. Nafas saya jadi lebih teratur. Satunya lagi meskipun kuat juga tapi ritme
jalannya terlalu cepat dan langkahnya lebar, tidak sesuai dengan langkah
normalnya, akibatnya nafas dia tersengal-sengal. Waktu saya mengantarkan
beberapa wartawan trekking singkat pun begitu, karena ketidaktahuan akhirnya
mereka memaksa tubuh untuk segera sampai ke tempat tujuan dengan berlari,
akibatnya ada yang muntah dan hampir pingsan. Nah, hal ini perlu untuk
diketahui dan dilatih agar kita bisa menikmati perjalanan.
Hal lain yang musti dipelajari yakni mengenai
penyakit yang sering menyerang ketika kita di gunung (mountain sickness),
lalu perlu juga bagi kita untuk belajar mengenai peralatan pendakian,
tanda-tanda alam, perlindungan diri, survival, teknik packing, dsb. Kalau kita
tidak tergabung ke dalam OPA, tentu kita harus berdayakan diri dengan membaca.
Coba tanya ke mbah gugel. Hihi..
2. Objek Perjalanan
Yang saya maksud objek perjalanan di sini
ialah gunung yang akan kita daki. Hal-hal yang perlu kita ketahui yakni
mengenai perizinan, kondisi terbaru (keamanan, cuaca, suhu), informasi jalur
dan medan terbaru, serta potensi bahaya. Lagi-lagi kita bisa bertanya kepada
mbah gugel, orang yang berpengalaman, boleh juga telpon langsung ke pengelola wisatanya.
Informasi cuaca dan suhu perlu kita ketahui agar kita bisa mempersiapkan diri.
Dan kondisi keamanan juga penting, sedang rawan longsorkah, gas beracun, musim
badai, dsb. Pokoknya informasi yang diupdate harus yang terbaru,
jangan yang expired. Hehe..
3. Perlengkapan dan Peralatan
Sebenarnya bagian ini masuk ke dalam manajemen
perjalanan, tapi saya pisahkan agar lebih jelas karena biasanya ada orang-orang
yang menyepelekan barang-barang tertentu dengan alasan berat membawanya.
Peralatan Kelompok
Yang termasuk peralatan kelompok ialah tenda
dan peralatan memasak (kompor, gas, trangia/nesting). Hitung berapa jumlah
orang dan berapa kebutuhan akan peralatan kelompok tersebut. Jangan sampai ada
yang nekat tidak membawa tenda atau dengan cerobohnya enggan membawa peralatan
masak. Ya, tapi kalau Anda mau membawa tenda sendiri (kalau dirasa kuat) itu
lebih bagus, banyak kok tenda UL yang berkapasitas satu atau dua orang dan itu
lebih ringan. Oh iya satu lagi yakni matras. Ini bisa dimasukkan dalam keperluan
kelompok bisa juga pribadi, bergantung kebutuhan. Sekarang matras sudah
macam-macam jenisnya.
Peralatan Pribadi
Yang termasuk peralatan pribadi antara lain:
a. Tas atau keril – Gunakan yang sesuai dengan kebutuhan pendakian
dan pilih tas yang nyaman dipakai. Pelajari juga cara packing yang benar.
b. Sleeping Bag - Ini perlu dibawa agar Anda bisa tidur nyenyak dan
nyaman saat di gunung.
c. Pakaian dan jaket – Untuk di jalan ada
bagusnya menggunakan pakaian dengan teknologi cepat kering (quick
dry/ vapor wick) atau kaos sun protection. Jangan menggunakan
katun karena susah kering. Katun bagus digunakan saat kita sedang kemping/
tidak dalam perjalanan. Gunakan juga jaket yang sesuai dengan kondisi gunung
yang akan kita daki, umumnya menggunakan jaket polar. Untuk itu kita perlu
belajar layering (pelapisan).
d. Sepatu, sandal, dan aksesorisnya – Ada bagusnya untuk berjalan
kita menggunakan sepatu, sedangkan sandal digunakan ketika kita sedang berada
di sekitar area tenda.
e. Peralatan makan, ibadah, kebersihan diri.
f. Makanan Utama dan Snack – Biasanya untuk
makanan utama telah dirundingkan dalam kelompok dan dibagi cara membawanya.
Sesuaikan dengan kebutuhan pendakian dan lebihkan sedikit untuk hal-hal yang di
luar perkiraan. Oh iya, jangan pernah membiarkan tas Anda tidak berisi makanan
dan minuman sama sekali ya.
g. Penerangan – bisa senter dan lilin
h. Obat-obatan/ P3K
i. Survival Kit
j. Ponco/ Raincoat
h. Lain-lain – Bisa berbentuk alat dokumentasi,
buku catatan, topi, sarung tangan, kaos kaki tambahan, trekking pole, kaca
mata, slayer, dsb. Sesuai kebutuhan saja.
Peralatan-peralatan di atas adalah peralatan standar. Para
pendaki profesional sekarang sudah menggunakan alat-alat yang lebih canggih,
multifungsi, berteknologi ini itu, dsb. Ada bagusnya juga kita belajar tentang
teknologi untuk pendakian, dan kalau punya uang kita bisa membelinya juga.
4. Persiapan Fisik dan Mental
Seseorang yang akan mendaki gunung sebaiknya
membersayakan diri dengan olahraga/ latihan fisik rutin untuk menghindari
cedera saat mendaki gunung, juga meminimalisasi rasa pegal dan menambah
ketahanan tubuh terhadap medan yang berat. Jangan gara-gara melihat Igor
Saykoji bisa sampai di Puncak Semeru di film 5 Cm lalu Anda begitu yakin bisa
ke sana tanpa persiapan fisik yang cukup.
Mental yang kuat juga harus Anda persiapkan,
bagaimana menghadapi situasi di luar perkiraan, bagaimana mensupport diri
ketika lelah (padahal seharusnya Anda bisa), bagaimana bersikap ketika tujuan
kita tidak terpenuhi, bagaimana menyikapi faktor x di luar kendali kita,
bagaimana kita terus bersemangat mendaki ke Puncak Mahameru (racun film 5 Cm
lagi, hihi).
5. Teman Perjalanan
Kalau Anda baru pertama kali mendaki gunung,
usahakan memilih teman perjalanan yang bisa membawa dan mengajari Anda
memanajemen perjalanan ketika mendaki bersama. Tidak semua yang sering mendaki
gunung bisa membawa kita lho. Sebagai contoh, kasus pendaki meninggal di
Ciremai kemarin. Korban tersebut mendaki untuk pertama kali, dan sang pembawa
ini tidak mengukur kemampuan temannya yang baru mendaki tersebut. Seperti
dikejar setan saja naik-turun tanpa istirahat yang memadai (ngecamp, misalnya).
Akibatnya korban kelelahan dan pingsan.
Pokoknya kita harus selektif memilih orang
yang kita percayai untuk membawa kita, bisa memanjamen perjalanan kita, bisa
menjadi kawan yang baik ketika kita sakit (misalnya), dan pilih orang yang
sudah berpengalaman.
Catatan:
Bagi teman-teman yang ingin mendaki gunung, terutama Semeru karena
keracunan film 5 Cm terus berdayakan diri ya. Faktor X mungkin sulit
kita hindari, tapi setidaknya kita meminimalisasi kerugian yang disebabkan
karena faktor manusia (human error). Selamat belajar mendaki. Selamat
mencari pengetahuan yang lebih banyak. Selamat mengenali Indonesia. ^__^
sumber
: http://nurulaneh.blogspot.com/2013/01/lima-hal-yang-perlu-disiapkan-untuk.html









