Sunday, February 10, 2013

Lima Hal yang Perlu Disiapkan untuk Mendaki Gunung



Meskipun agak terlambat saya mau mengucapkan, “Selamat tahun baru 2013, semoga di tahun ini kita bisa menjadi manusia yang lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Aamiin”.
Saya sedih sekali ketika membaca, melihat, dan mendengar berita pendaki hilang atau meninggal di gunung akhir-akhir ini, tepatnya saat liburan akhir tahun kemarin. Duh, bagi orang awam kesannya kegiatan pendakian jadi menyeramkan begini ya, padahal sebenarnya kegiatan di alam bebas bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan asal dilakukan dengan aman.
Mendaki Gunung
Memang saat ini tren pendakian gunung dan kegiatan alam bebas lainnya meningkat drastis. Hampir setiap stasiun televisi pasti punya program acara jalan-jalan atau petualangan. Bagus! Setidaknya itu untuk mendongkrak pariwisata Indonesia dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Bicara soal nasionalisme, kemarin baru saja tayang film 5 Cm di bioskop yang bercerita tentang persahabatan dan nasionalisme yang ditumbuhkan melalui kecintaan terhadap Indonesia. Hasilnya, film 5 Cm ini mendongkrak jumlah pendakian ke Gunung Semeru (atau mungkin gunung lainnya) juga membuat mereka yang belum pernah mendaki jadi ingin mendaki, khususnya ke Gunung Semeru.
Berikut saya mau berbagi tips persiapan mendaki gunung. Mungkin ini tips ala kadarnya dan merupakan versi saya karena saya juga awam dalam hal ini. Orang-orang yang tergabung di organisasi pecinta alam atau yang jam terbangnya sudah tinggi mungkin jauh lebih paham dan banyak ilmunya. Jadi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika hendak mendaki gunung, apalagi jika Anda adalah pemula yang baru pertama kali mendaki gunung (karena racun film 5 Cm).
1.    Ilmu Pengetahuan
Ada banyak hal yang perlu kita pelajari ketika akan mendaki, misalnya manajemen perjalanan. Manajemen perjalanan biasanya berisi tentang rencana perjalanan kita berdasarkan objek yang akan kita kunjungi. Untuk itu kita harus kenal dulu dengan objeknya dan tahu info terbaru. Dengan manajemen itu kita akan bisa mengira-ngira peralatan apa yang akan kita bawa, makanan apa, seberapa banyak, bagaimana memanjemennya, butuh guide atau porter nggak, dsb. Ada baiknya manajemen perjalanan dibuat dengan rinci.
Selain itu teknik-teknik berjalan sedikit banyak juga perlu diketahui. Waktu itu saya mendaki ke Gunung Gede via Cibodas, dan di depan saya ada dua orang dengan teknik berjalan yang berbeda. Satu orang melangkah pendek dan kontinyu, tidak terburu-buru, ketika saya mengikutinya pun enak. Nafas saya jadi lebih teratur. Satunya lagi meskipun kuat juga tapi ritme jalannya terlalu cepat dan langkahnya lebar, tidak sesuai dengan langkah normalnya, akibatnya nafas dia tersengal-sengal. Waktu saya mengantarkan beberapa wartawan trekking singkat pun begitu, karena ketidaktahuan akhirnya mereka memaksa tubuh untuk segera sampai ke tempat tujuan dengan berlari, akibatnya ada yang muntah dan hampir pingsan. Nah, hal ini perlu untuk diketahui dan dilatih agar kita bisa menikmati perjalanan.
Hal lain yang musti dipelajari yakni mengenai penyakit yang sering menyerang ketika kita di gunung (mountain sickness), lalu perlu juga bagi kita untuk belajar mengenai peralatan pendakian, tanda-tanda alam, perlindungan diri, survival, teknik packing, dsb. Kalau kita tidak tergabung ke dalam OPA, tentu kita harus berdayakan diri dengan membaca. Coba tanya ke mbah gugel. Hihi..

2.    Objek Perjalanan
Yang saya maksud objek perjalanan di sini ialah gunung yang akan kita daki. Hal-hal yang perlu kita ketahui yakni mengenai perizinan, kondisi terbaru (keamanan, cuaca, suhu), informasi jalur dan medan terbaru, serta potensi bahaya. Lagi-lagi kita bisa bertanya kepada mbah gugel, orang yang berpengalaman, boleh juga telpon langsung ke pengelola wisatanya. Informasi cuaca dan suhu perlu kita ketahui agar kita bisa mempersiapkan diri. Dan kondisi keamanan juga penting, sedang rawan longsorkah, gas beracun, musim badai, dsb. Pokoknya informasi yang diupdate harus yang terbaru, jangan yang expired. Hehe..

3.    Perlengkapan dan Peralatan
Sebenarnya bagian ini masuk ke dalam manajemen perjalanan, tapi saya pisahkan agar lebih jelas karena biasanya ada orang-orang yang menyepelekan barang-barang tertentu dengan alasan berat membawanya.
Peralatan Kelompok
Yang termasuk peralatan kelompok ialah tenda dan peralatan memasak (kompor, gas, trangia/nesting). Hitung berapa jumlah orang dan berapa kebutuhan akan peralatan kelompok tersebut. Jangan sampai ada yang nekat tidak membawa tenda atau dengan cerobohnya enggan membawa peralatan masak. Ya, tapi kalau Anda mau membawa tenda sendiri (kalau dirasa kuat) itu lebih bagus, banyak kok tenda UL yang berkapasitas satu atau dua orang dan itu lebih ringan. Oh iya satu lagi yakni matras. Ini bisa dimasukkan dalam keperluan kelompok bisa juga pribadi, bergantung kebutuhan. Sekarang matras sudah macam-macam jenisnya.

Peralatan Pribadi
Yang termasuk peralatan pribadi antara lain:
a. Tas atau keril – Gunakan yang sesuai dengan kebutuhan pendakian dan pilih tas yang nyaman dipakai. Pelajari juga cara packing yang benar.
b. Sleeping Bag - Ini perlu dibawa agar Anda bisa tidur nyenyak dan nyaman saat di gunung.
c.  Pakaian dan jaket – Untuk di jalan ada bagusnya menggunakan pakaian dengan teknologi cepat kering (quick dry/ vapor wick) atau kaos sun protection. Jangan menggunakan katun karena susah kering. Katun bagus digunakan saat kita sedang kemping/ tidak dalam perjalanan. Gunakan juga jaket yang sesuai dengan kondisi gunung yang akan kita daki, umumnya menggunakan jaket polar. Untuk itu kita perlu belajar layering (pelapisan).
d. Sepatu, sandal, dan aksesorisnya – Ada bagusnya untuk berjalan kita menggunakan sepatu, sedangkan sandal digunakan ketika kita sedang berada di sekitar area tenda.
e. Peralatan makan, ibadah, kebersihan diri.
f.  Makanan Utama dan Snack – Biasanya untuk makanan utama telah dirundingkan dalam kelompok dan dibagi cara membawanya. Sesuaikan dengan kebutuhan pendakian dan lebihkan sedikit untuk hal-hal yang di luar perkiraan. Oh iya, jangan pernah membiarkan tas Anda tidak berisi makanan dan minuman sama sekali ya.
g. Penerangan – bisa senter dan lilin
h. Obat-obatan/ P3K
i.   Survival Kit
j. Ponco/ Raincoat
h.   Lain-lain – Bisa berbentuk alat dokumentasi, buku catatan, topi, sarung tangan, kaos kaki tambahan, trekking pole, kaca mata, slayer, dsb. Sesuai kebutuhan saja.

Peralatan-peralatan di atas adalah peralatan standar. Para pendaki profesional sekarang sudah menggunakan alat-alat yang lebih canggih, multifungsi, berteknologi ini itu, dsb. Ada bagusnya juga kita belajar tentang teknologi untuk pendakian, dan kalau punya uang kita bisa membelinya juga.

4.    Persiapan Fisik dan Mental
Seseorang yang akan mendaki gunung sebaiknya membersayakan diri dengan olahraga/ latihan fisik rutin untuk menghindari cedera saat mendaki gunung, juga meminimalisasi rasa pegal dan menambah ketahanan tubuh terhadap medan yang berat. Jangan gara-gara melihat Igor Saykoji bisa sampai di Puncak Semeru di film 5 Cm lalu Anda begitu yakin bisa ke sana tanpa persiapan fisik yang cukup.
Mental yang kuat juga harus Anda persiapkan, bagaimana menghadapi situasi di luar perkiraan, bagaimana mensupport diri ketika lelah (padahal seharusnya Anda bisa), bagaimana bersikap ketika tujuan kita tidak terpenuhi, bagaimana menyikapi faktor x di luar kendali kita, bagaimana kita terus bersemangat mendaki ke Puncak Mahameru (racun film 5 Cm lagi, hihi).

5.    Teman Perjalanan
Kalau Anda baru pertama kali mendaki gunung, usahakan memilih teman perjalanan yang bisa membawa dan mengajari Anda memanajemen perjalanan ketika mendaki bersama. Tidak semua yang sering mendaki gunung bisa membawa kita lho. Sebagai contoh, kasus pendaki meninggal di Ciremai kemarin. Korban tersebut mendaki untuk pertama kali, dan sang pembawa ini tidak mengukur kemampuan temannya yang baru mendaki tersebut. Seperti dikejar setan saja naik-turun tanpa istirahat yang memadai (ngecamp, misalnya). Akibatnya korban kelelahan dan pingsan.
Pokoknya kita harus selektif memilih orang yang kita percayai untuk membawa kita, bisa memanjamen perjalanan kita, bisa menjadi kawan yang baik ketika kita sakit (misalnya), dan pilih orang yang sudah berpengalaman.


Catatan: Bagi teman-teman yang ingin mendaki gunung, terutama Semeru karena keracunan film 5 Cm terus berdayakan diri ya. Faktor X mungkin sulit kita hindari, tapi setidaknya kita meminimalisasi kerugian yang disebabkan karena faktor manusia (human error). Selamat belajar mendaki. Selamat mencari pengetahuan yang lebih banyak. Selamat mengenali Indonesia. ^__^

sumber : http://nurulaneh.blogspot.com/2013/01/lima-hal-yang-perlu-disiapkan-untuk.html

Tips Management Pendakian




Pilih Barang yang Dapat Berfungsi Ganda

Dalam memilih barang yang akan dibawa pergi mendaki gunung selalu cari alat/perlengkapan yang berfungsi ganda, tujuannya apalagi kalau bukan untuk meringankan berat beban yang harus anda bawa. Contoh : Nesting (tempat memasak untuk tentara), bisa digunakan untuk memasak juga untuk tempat makan maupun menyimpan alat-alat mendaki. Alumunium foil, bisa untuk pengganti piring, bisa untuk membungkus sisa nasi untuk dimakan nanti, dan yang penting bisa dilipat hingga tidak memakan tempat di ransel.

Matras

Sebisa mungkin matras disimpan di dalam ransel jika akan pergi ke lokasi yang hutannya lebat, atau jika akan membuka jalur pendakian baru. Banyak pendaki gunung yang lebih senang mengikatkan matras di luar, memang kelihatannya bagus tetapi jika sudah berada di jalur pendakian, baru terasa bahwa metode ini mengakibatkan matras sering nyangkut ke batang pohon dan semak tinggi, lagipula pada saat akan digunakan matrasnya sudah kotor.

Kantung Plastik

Selalu siapkan kantung plastik/ trash bag di dalam ransel anda, karena akan berguna sekali nanti misalnya untuk tempat sampah yang harus anda bawa turun gunung, baju basah dan lain sebagainya. Dapat juga berfungsi untuk lapisan anti air bagi ransel. Atau dapat juga dimanfaatkan sebagai jas hujan saat darurat.

Gunakan selalu kantung plastik untuk mengorganisir barang-barang di dalam ransel anda (dapat dikelompokkan masing-masing pakaian, makanan dan item lainnya), ini untuk mempermudah jika sewaktu-waktu anda ingin memilih pakaian, makanan dsb.

Menyimpan Pakaian

Jika anda meragukan ransel yang anda gunakan kedap air atau tidak, selalu bungkus pakaian anda di dalam kantung plastik, gunanya agar pakaian tidak basah dan lembab.

Sebaiknya pakaian kotor dipisahkan dalam kantung tersendiri dan tidak dicampur dengan pakaian bersih

Menyimpan Makanan

Sebaiknya makanan dikelompokkan sesuai ketahanan/ awetnya makanan disimpan. Untuk makanan yang tidak terlalu tahan lama, sebaiknya dibungkus dengan rapat atau di tempatkan memakai perlakuan khusus. Pilihlah makanan yang bervariasi tetapi mudah dan cepat dalam penyajian. Untuk makanan kaleng ada baiknya tidak terlalu banyak, karena selain berat kita juga harus membawa turun lagi kalengnya setelah dikonsumsi, karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan jika dibuang sembarangan.

Menyimpan Korek Api Batangan

Simpan korek api batangan anda di dalam bekas tempat film (photo), agar korek api anda selalu kering.

Packing Barang / Menyusun Barang Di Ransel

Selalu simpan barang yang paling berat di posisi atas, gunanya agar pada saat ransel digunakan, beban terberat berada di pundak anda dan bukan di pinggang anda hingga memudahkan kaki melangkah saat pendakian gunung ataupun saat turun nantinya. Usahakan untuk selalu mengingat-ingat dimana barang bawaan anda di tempatkan di dalam ransel, karena ada kalanya kita akan mencari barang tersebut dengan penerangan yang tidak memadai, jadi akan lebih cepat jika anda mengetahui dengan pasti dimana letak barang yang anda cari tanpa melihatnya sekalipun. Akan lebih baik anda membawa hal-hal yang menunjang selama perjalanan dan jangan membawa barang yang tidak dibutuhkan selama anda mendaki, karena selain tidak akan berguna juga memberatkan bekal bawaan di perjalanan.

Obat- obatan

Ada kalanya penting juga untuk membawa obat-obatan P3K, atau obat-obat pribadi dalam kantung atau tempat yang mudah terjangkau, karena jika kita mengalami keadaan yang darurat obat itu mudah untuk ditemukan semua orang.

Minuman beralkohol

Sebaiknya tidak dibawa. Sering kali orang ditempat dingin membutuhkan minuman yang hangat, akan tetapi minuman beralkohol bukan pilihan yang tepat disana. Oleh karena minuman tersebut dapat memicu pecahnya kapiler darah karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai dalam tubuh.

Manajemen Pendakian

Ada baiknya sebelum memulai pendakian, Anda mencari informasi jalur dan angkutan serta info-info penting lainnya pada para pendaki yang pernah berkunjung kesana, karena hal itu akan sangat berguna untuk persiapan pendakian berkaitan dengan bujet (dana), alat dan perlengkapan yang akan dibawa, transportasi apa yang memungkinkan dan paling cepat, berapa lama anda akan menginap, serta makanan apa saja yang akan anda siapkan, berapa banyak air yang harus dibawa, dll. Hal itu sangat penting mengingat kita akan jauh dari fasilitas yang bisa kita dapatkan di perkotaan, sehingga jika terjadi hal-hal yang di luar kendali kita, paling tidak kita ada persiapan sebelumnya.

Cahaya / Lampu

Benda ini sifatnya sangat vital, tetapi kadang kurang diperhatikan. Ada baiknya kita membawa cadangan sumber cahaya di gunung. Bisa memakai senter ataupun penerangan konvensional semacam lilin ataupun lampu minyak. Hal ini dapat dipilih berdasarkan murah dan gampangnya bahan bakarnya didapatkan. Hal lain yang musti menjadi perhatian adalah, jika mengunakan penerangan berupa api harus mewaspadai keamanan dan tempatnya karena akan jadi mimpi buruk jika kita tidak berhati-hati dalam menjaganya. Sediakan pula dop dan baterai cadangan dan simpan di tempat yang mudah dijangkau, sehingga jika dibutuhkan sewaktu-waktu dapat segera ditemukan. Ada baiknya baterai bekas di bawa turun lagi, agar tidak menyebabkan polusi.

Jas Hujan

Perlengkapan satu ini mutlak dibawa walaupun tidak musim hujan, karena perlengkapan ini mempunyai banyak fungsi di gunung. Selain dipakai saat hujan tiba, jas hujan dapat juga digunakan sebagai tenda darurat (bivoak), alas tidur darurat, atap darurat, selimut darurat, juga bisa dipakai sebagai unsur penting tandu darurat. Jadi jangan sepelekan perlengkapan yang satu ini

HAL-HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN

1. THE GROUP “KELOMPOK”
Dalam mountaineering kelompok adalah hal yang sangat penting agar para pendaki dapat saling membantu sehingga perjalanan lebih aman


2. THE LEADER “PEMIMPIN”
Pemimpin harus mempunyai pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan mendaki gunung. Namun yang lebih penting adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan anak buahnya, peka terhadap perasaan, keperluan serta keterbatasan mereka, dan dapat memberi semangat, inspirasi, pula dapat mengarahkan kelompoknya untuk mencapai apa yang telah disepakati


3. THE PARTS AND THE STRENGTH “KEMAMPUAN DAN KELOMPOK”
Buat perjalanan itu menyenangkan sekalipun dalam keadaan lelah. Perjalanan yang baik akan lebuh banyak menyimpan kenangan, sedangkan perjalanan yang membosankan, melelahkan, serta tidak memperoleh pengalaman tidak meninggalkan kesan akan menjadikan seseorang enggan di dunia ini dan akan mencari pengalaman di tempat lain


4. THE TRIP “PERJALANAN”
Perhatikan rute yang dipilih, waktu, tempat, personil, serta semangat dari anggota. Harus terencana dengan baik!


5. THE MARGIN OF SAVETY “KESELAMATAN”
Dalam melaksanakan suatu perjalanan sang pemimpin harus memperhatikan keselamatan dan tindakan penyelamatan selama perjalanan berlangsung. Cadangkanlah waktu, tenaga dan perlengkapan serta makanan sewaktu-waktu dalam keadaan mendesak

Gunung Tertinggi di Indonesia


10 Gunung Tertinggi di Dunia

                       2. Gunung K2 (chogori)
       Gunung adalah sebuah bentuk tanah yang menonjol di atas wilayah sekitarnya.Tetapi biasanya membutuhkan ketinggian 2000 kaki (610 m) agar bisa didefinisikan sebagai gunung.
Banyak sekali terhampar gunung di muka bumi di belahan manapun,Tetapi yang unik ada beberapa gunung yang tinggi bahkan sangat tinggi hingga di sebut atapnya dunia hingga mengundang para Pendaki dari seluruh penjuru dunia untuk berlomba-lomba mendaki Mereka agar meraih gelar ‘Penakluk puncak-puncak tertinggi di dunia’ yang sangat prestisius.Dan di sini 10 daftar gunung tertinggi di dunia,tetapi yang unik 10 gunung tertinggi di dunia berada di pegunungan Himalaya.

1. Gunung Everest 
     Tinggi :8850 m 
      Lokasi :Cina(Tibet)-Nepal 
Terdapat beberapa variasi dari segi ukuran (Pemerintah Nepal - Cina belum mengesahkan ukurannya secara resmi, ketinggian Puncak Everest masih dianggap 8.848 m oleh mereka). Gunung Everest pertama kali diukur pada tahun 1856 mempunyai ketinggian 8.839 m, tetapi dinyatakan sebagai 8.840 m (29.002 kaki). Tambahan 0,6 m (2 kaki) menunjukkan bahwa pada masa itu ketinggian yang tepat sebesar 29.000 kaki akan dianggap sebagai perkiraan yang dibulatkan. Perkiraan umum yang digunakan pada saat ini adalah 8.850 m yang diperoleh melalui bacaan Sistem Posisi Global (GPS).Gunung Himalaya masih akan terus bertambah tinggi akibat pergerakan lempeng tektonik kawasan tersebut.

 2. Gunung K2 (chogori)
     Lokasi :Pakistan - Cina(Tibet)
    Tinggi : 8.611m
2. Gunung K2 (chogori)
K2 adalah gunung tertinggi ke-2 di dunia. di juluki juga "pegunungan kejam" karena kesulitannya untuk didaki,daripada Gunung Everest.itu di sebabkan cuacanya yang buruk. Pada tahun 2004,hanya 246 orang yang berhasil mendaki sampai ke puncak. Setidaknya 56 orang meninggal ketika mencoba mendakinya.

 3. Kangchenjunga 
     Lokasi : Nepal - India
     Tinggi : 8586 m
Kangchenjunga        Lokasi : Nepal - India        Tinggi : 8586 m
adalah gunung tertinggi ke-3 di dunia. Gunung ini juga adalah gunung tertinggi ke-2 di Nepal.Kangchenjunga mengandung arti "Lima Harta Karun Salju, karena terdiri dari 5 puncak, empat diantaranya mencapai lebih dari 8.450 meter. Harta karun itu melambangkan 5 benda milik dewa yaitu emas , perak , permata, biji-bijian dan kitab suci . Kangchenjunga disebut Sewalungma dalam bahasa Limbu dan disucikan dalam tradisi agama Kirant. Tiga dari 5 puncaknya (utama, tengah,dan selatan) membatasi wilayah Sikkim Utara dari distrik Sikkim, India dan Distrik Taplejung di Nepal, dan 2 yang lain berada di Distrik Taplejung. Selain itu wilayah ini juga dijadikan Kangchenjunga Conservation Area Project oleh World Wildlife Fund yang melindungi satwa Panda Merah , burung, dan tanaman khas Nepal. Bagian India juga memiliki wilayah yang dilindungi berada dalam Taman Nasional Khangchendzonga.

4. Gunung Lhotse
    Tinggi : 8.516 m
    Lokasi : Nepal - Cina(Tibet)
Gunung Lhotse       Tinggi : 7.516 m       Lokasi : Nepal - Cina(Tibet)
Gunung yang memiliki ketinggian (27.940 kaki) ini merupakan gunung terbesar keempat di dunia dan merupakan salah satu puncak yang membentuk kelompok dari Gunung Everest.
 
5. Gunung Makalu 
    Tinggi : 8,463 m
    Lokasi : Nepal - Cina(Tibet)
Gunung Makalu        Tinggi :        Lokasi : Nepal - Cina(Tibet)
Makalu merupakan gunung tertinggi kelima di dunia. Gunung ini memiliki bentuk yang unik yaitu berupa piramida empat sisi dan terletak hanya 19 km tenggara Gunung Everest.

 6. Gunung Cho Oyu
     Tinggi : 8.201 m
     Likasi : Nepal - Cina(Tibet)
Gunung Cho Oyu        Tinggi : 8.201 m        Likasi : Nepal - Cina(Tibet)
Cho Oyu adalah merupakan gunung keenam tertinggi didunia. Lokasinya tidak terlalu jauh dari arah barat Everest dan Lotse, di wilayah Khumbu yang merupakan bagian Timur Nepal dan sepanjang perbatasan Tibet. Puncaknya berdiri megah bersama dengan Everest dan gunung-gunung disekitarnya. Ini menjadi landmark yang sangat dikenal oleh para pendaki yang yang mendaki Everest dari sebelah dinding utara.Disebelah barat dari Cho Oyu, terdapat Nangpa La, merupakan glacier dengan tinggi 19.000 kaki, yang merupakan rute perdagangan barter antara Khumbu Sherpa dan Tibet.

 7. Gunung Dhaulagiri
     Tinggi : 8.167 m
     Lokasi : Nepal
Gunung Dhaulagiri        Tinggi : 8.167 m        Lokasi : Nepal
 Dhaulagiri adalah gunung tertinggi ketujuh di dunia. Membentuk timur jangkar dari Himal Dhaulagiri, sebuah subrange dari Himalaya di Zona Dhawalagiri Nepal utara. Itu terletak di barat laut Pokhara, sebuah kota regional yang penting dan pusat wisata.

  8. Gunung Manaslu 
      Tinggi : 8.163 m
      Lokasi : Nepal
Gunung Manaslu         Tinggi : 8.163 m         Lokasi :
Nepal Manaslu adalah gunung tertinggi ke-8 di dunia, terletak di Mansiri Himal, bagian dari pegunungan Himalaya, Nepal. Kata Manaslu berasal dari kata bahasa Sanskerta , Manasa dan diterjemahkan sebagai "Gunung Jiwa". Manaslu adalah puncak tertinggi di Gurkha dan terletak sekitar empat puluh mil sebelah timur Annapurna, gunung tertinggi ke-10.

 9. Gunung Nanga Parbat
     Tinggi : 8.126 m
     Lokasi :Pakistan
Gunung Nanga Parbat        Tinggi : 8.126 m        Lokasi :Pakistan
Nanga Parbat merupakan sebuah gunung kebanggaan Pakistan. Gunung ini terletak di bagian utara di negara itu. Merupakan gunung terbesar kesembilan di dunia. Dalam tingkat kesulitan, medan gunung Nanga Parbat disebut sama beratnya dengan K2. Sulitnya medan pada gunung ini membuat ia mendapat julukan “The Man Eater”.

10. Gunung Annapurna
      Tinggi : 8.091m
      Lokasi : Nepal
Gunung Annapurna        Tinggi : 8.091m         Lokasi : Nepal
Gunung Annapurna, gunung tinggi yang masuk dalam jajaran pegunungan Himalaya di Nepal ini memiliki beberapa puncak. Dengan puncak utamanya setinggi 8.091 mdpl. Selain itu, gunung Annapurna juga mempunyai beberapa nama, antara lain Annporna dan Morshiadi.

Itulah 10 daftar gunung tertinggi di dunia yang semuanya berasal dari pegunungan Himalaya.dan masih ada empat gunung lagi yang dengan ketinggian di atas 8000 m,dan semuanya masih dari Himalaya. yaitu :

11. Gasherbrum I,   pegunungan Karakoram, Pakistan/Cina, 26,470 ft / 8,068 m.
12. Puncak Broad,   pegunungan Karakoram, Pakistan/Cina, 26,400 ft / 8,047 m.
13. Gasherbrum II , pegunungan Karakoram, Pakistan/Cina, 26,360 ft / 8,035 m.
14. Shishapangma-Gosainthan,pegunungan Himalaya,Tibet, 26,289 ft / 8,013 m.

sumber : en.wikipedia.org

Mikaelku, Rumahku

Berawal dari pendaftaran yang cukup sulit saya dapat masuk ke sekolah ini bermodalkan keberanian untuk merantau dari zona nyaman saya. Masa masa perkenalan sekolah cukup sulit pula. Belum ada seorang teman 1 angkatan yang saya kenal di Surakarta karena memang hanya saya yang bersekolah di Mikael yang dari rumah saya.

Ketika MOS berlanjut saya mulai mendapatkan teman, mereka adalah Ekki, Dias, Olvian, Sanny. Saya masih ingat betul bagaimana perjuangan kami selama MOS. Berusaha mencari barang, bekerja sama satu dengan yang lain. Saling melengkapi dalam mencari barang bawaan. Hingga pukul 12 malam masih mencari sebuah bola plastik, dan besoknya masih masuk pukul 5. Pengetesan mentalpun tak lupa juga di berikan kakak kakak OSIS Mikael kala itu. Sungguh hari hari yang berat, teringat jelas ketika saya kehilangan helm untuk pertama kalinya di SOLO waktu MOS pula. Masa masa dari bocah lulusan SMP yang belum mengerti apa apa mulai belajar menimba ilmu formal dan non-formal di negeri perantauan milik orang lain.

Masa kelas 10 hal yang sulit namun juga mengasyikkan. Saya mulai mendapat teman banyak. Berkenalan, share pengalaman ketika di marahi waktu kerja bengkel. Itu suatu kenikmatan tersendiri. Kita tertawa bersama satu dengan yang lain. Hahah Bukannya kita senang melihat teman kita sengsara namun kita merasakan bahwa itu semua bagian yang mana harus kita terima sebagai pengalaman karena memang jika kita di marahi instruktur berarti kita bersalah. Kita tertawa untuk menghibur diri kita dan orang lain. Memang terlihat wagu sih tapi itulah kenyataannya. hehe Pernah juga ada perdebatan antara saya dengan sekelompok teman saya yang ada di kelas 10. Kami saling mengokohkan pendirian masing masing, mengeraskan tekad bahwa memang prinsip yang kami dirikan masing masing benar. Tapi perlahan kami sadar, prinsip kami itu sebenarnya sangat salah. Perlahan kami dapat menerima perbedaan. Malah jauh lebih akrab dari sebelumnya. Wajarlah namanya juga masih bocah. hehe

Memasuki kelas 11 mulai ada penjurusan. Awalnya saya memilih kelas mekanik. Saya suka bubut, kerja bengkel. Namun saya juga suka menggambar (gambar teknik bukan gambar coret) hehe. Karena memang kerjanya nyaman, bermain dengan layar monitor, mouse dan keyboard terlihat gayeng bagi saya. Akhirnya, saya putuskan untuk memilih kelas gambar. Ada tes tertulis dan wawancara untuk masuk kelas itu karena yang mendaftar kelas gambar melebihi kuota yang telah di tentukan. Puji nama Tuhan, saya masuk di kelas gambar. Mm.. Pertama masuk saya mulai adaptasi lagi dengan teman teman satu kelas, sebagian memang berasal satu kelas dari kelas 10. namun banyak juga yang tidak saya kenal dari lulusan kelas 10. Singkat cerita kami mulai akrab satu dengan yang lain. Kami adakan touring ketika ada liburan yang cukup panjang. haha Kami pernah ke pantai baron (Jogja), pantai nampu (pacitan), dan Dieng. Namun sayang, ketika teman teman tour ke Dieng saya tidak bisa ikut karena ada lembur wajib.

Saya merasa bahagia bisa berada di lingkungan ini. bisa mengenal teman teman seperjuangan yang hebat hebat. Kelas 11pun berlalu, beranjak ke kelas 12. Masa masa dimana semuanya ditentukan di tahun ini. Banyak tugas dan ujian di depan kami.

Ketika hampir 3 tahun di Mikael saya sering merasa jenuh. Ya karena banyak tugas dan raono cewek.e ndaaa... haha namun saya bersyukur ada teman teman saya yang selalu menyemangati saya. dan saya pun juga menyemangati mereka ketika mereka sedang down.

Intinya di Mikael ini saya mendapatkan keluarga besar AKT48. saling berbagi senang dan susah.
"Mikaelku, Rumahku"
Masak "Mikael Akan Selalu Akrab"...
Mico.............


Friday, February 8, 2013


Tips Mendaki Gunung Buat Pemula


mendaki gunungAnda suka mendaki gunung, lintas alam atau ke hutan. Nah berikut ini saya mendapatkan tips dari wisata-geografi.blogspot.com mengenai tips-tips untuk mendaki gunung bagi pemula. Jadi jika anda berniat mendaki gunung, namun belum tahu apa saja yang dibutuhkan untuk hal tersebut, Berikut ini tpsnya.
 
1. Mengecek Dahulu Lokasi Pendakian. Sebelum untuk memulai pendakian Anda disarankan mengecek dahulu lokasi pendakian dan mengetahui track pendakian. Apakah keadaan gunung saat itu dalam kondisi baik untuk didaki atau kondisi gunung siaga satu dan tidak layak untuk didaki. Mengecek track pendakian melalui internet atau pun bertanya kepada teman yang sudah hafal track pendakian itu juga penting dilakukan agar kita siap menghadapi track yang akan kita lalui nanti.

2. Olahraga Minimal Sebulan Sebelum Pendakian. Olahraga sebelum memulai pendakian sangat penting untuk dilakukan karena biasanya untuk mendaki gunung dibutuhkan stamina yang kuat. Medan yang tidak biasa, semakin tinggi lokasi, semakin tipis oksigen yang tersedia untuk mendaki gunung.

3. Bawa Barang yang Penting Saja. Pilihlah barang apa saja yang penting untuk dibawa ketika naik gunung. Membawa barang yang belum tentu digunakan di gunung, hanya akan menambah beban tas dan bisa menghambat pendakian, misalnya boneka.

4. Sleeping bag dan Tenda. Untuk perlengkapan tidur diperlukan tenda dan sleeping bag . Bawalah tenda yang baik dan sarung tidur (sleeping bag). Sleeping bag mampu menutupi seluruh tubuh dengan baik, kecuali bagian kepala atau muka. Hawa dingin dari tanah yang kita tiduri sering kali masih terasa, kendati sudah memakai kantung tidur.

Untuk menanggulanginya, tanah yang ditiduri dialasi dulu dengan plastik atau daun-daunan. Matras yang banyak dijual di pasaran akan baik sekali bila digunakan sebagai alas. Matras yang praktis adalah yang bisa dilipat dan digelembungkan dengan tiupan mulut. Matras yang terbuat dari karet busa juga pilihan yang baik karena kemampuannya menyekat hawa dingin dari tanah.

5. Membawa Jaket/Pakaian Hangat. Jaket atau pakaian hangat yang berbahan katun atau wol adalah pilihan baik untuk mendaki gunung. Dan ingat jangan membawa jaket atau pakaian yang berbahan jeans karena bahan ini memang nampak kuat dan praktis, tetapi sulit sekali kering apabila basah.

6. Memakai Ransel (carrier). Carrier atau tas besar adalah perlengkapan utama dalam pendakian. Carrier ini berguna untuk menampung seluruh perbekalan dan peralatan yang akan di bawa dalam pendakian.

7. Memakai Sepatu Hiking. Kegiatan utama dalam mendaki gunung adalah berjalan dan perlindungan terhadap kaki harus benar-benar diperhatikan. Kaki harus terlindung agar tidak terluka di sepanjang perjalanann. Sepasang sepatu hiking sangat tepat untuk perlindungan kaki saat pendakian. Jangan memilih sepatu yang mudah tergelincir, misalnya karena solnya dari kulit. Sepatu hiking atau sepatu tentara yang banyak di jual di toko sepatu merupakan pilihan yang baik untuk mendaki gunung.

8. Perlengkapan Memasak dan Makanan. Perlengkapan memasak dan makanan yang cukup adalah salah satu perlengkapan yang harus di bawa pada saat melakukan pendakian. Memasak dengan kayu bakar memang dapat dilakukan tapi sangatlah sulit memasak menggunakan kayu bakar di gunung. Sebaiknya pendaki membawa kompor yang praktis untuk digunakan seperti kompor gas portable. Pendaki sebaiknya membeli beberapa cadangan isi ulang yang cukup untuk kompor gas portable. Sebagai wadah untuk memasak, pilihlah panci yang kecil dan praktis.

9. Perlengkapan obat P3K. Perlengkapan obat P3K adalah perlengkapan yang harus dibawa pendaki. Sebaiknya bawalah peralatan medis, seperti obat sakit kepala, obat anti mabuk, minyak angin obat merah, perban, dan obat-obat khusus bagi penderita penyakit tertentu.

10. Jas Hujan. Alat ini sangat diperlukan terutama untuk mengantisipasi jika turun hujan saat pendakian. Sebab seringkali cuaca di gunung kurang bersahabat dan turun hujan yang cukup lebat.

Terakhir, perhatikan kesiapan mental Anda sedang fit atau tidak untuk melakukan pendakian. Juga perhatikan kesiapan fisik Anda. Selamat mendaki gunung!

sumber : http://carabisa.blogspot.com/2012/03/tips-mendaki-gunung-buat-pemula.html